Kamis, 08 Oktober 2009

[Review] Resident Evil 5



Setelah menunggu cukup lama, akhirnya seri terbaru dari game horor buatan Capcom ini dirilis di PC. Dengan berbagai penyempurnaan dari seri-seri yang sebelumnya, Resident Evil 5 ini cukup sukses saat diluncurkan pada console sekitar enam bulan yang lalu. Yang menjadi pertanyaan apakah Resident Evil 5 versi PC ini akan dapat menyamai kesuksesan versi consolenya?



Jawabannya barangkali adalah, Iya!. Capcom telah membuktikan lagi bahwa mereka tidak memporting Resident Evil 5 ke PC dengan sembarangan. Hal ini bisa dinilai dengan control dari Resident Evil 5 ini sendiri, walaupun tentu saja, game ini akan mensupport 360 controller, akan tetapi pergerakan dengan WASD dan Mouse dapat dikatakan lebih baik daripada menggunakan controller. Salah satu contohnya adalah, dengan menekan angka 1-9 kita dapat langsung meng equip item yang ingin kita gunakan, hal ini mempersingkat waktu daripada harus memasuki menu terlebih dahulu. Dan yang lebih baik lagi, dengan menggunakan mouse dan keyboard laser yang keluar dari senjata kita akan digantikan dengan crossair.

Storyline :

Dalam Resident Evil 5 ini kita akan berperan sebagai Chris Redfield. Apabila gamer mengikuti Resident Evil series, tentu saja tidak asing dengan nama Chris Redfield. Dia pernah muncul dalam Resident Evil seri pertama, dia adalah salah seorang mantan anggota S.T.A.R yang selamat dari tragedi Racoon City.



Saat ini Chris menjadi anggota Bioterrorism Security Assessment Alliance atau disingkat BSAA, sebuah organisasi yang bertugas untuk memberantas penyebaran Senjata Biologi Organic. BSAA menugaskan Chris ke daerah di Afrika untuk menyelidiki adanya dugaan suatu virus yang sedang menyebar di daerah itu. BSAA menduga bahwa penyebaran virus tersebut disebabkan oleh karena seorang yang bernama Ricardo Irving menjual senjata bionical ke pasar gelap di Africa.

Begitu tiba di Africa, Chris disambut dengan seorang wanita bernama Sheva Alomar, warga lokal yang direkut menjadi agen BAA untuk membantu Chris. Dalam perjalanan mereka memburu Irving, Chris dan Sheva melihat bahwa hampir semua penduduk daerah tersebut telah berubah menjadi zombie karena dimasuki oleh parasit. Dalam perburuan ini, mereka akan mendapatkan beberapa fakta yang mengejutkan mereka, diantara lain mereka akan menemukan karakter-karakter lama yang telah muncul di RE sebelumnya.



Storyline dalam Resident Evil 5 ini tidak begitu berbeda dengan Resident Evil seri-seri sebelumnya, akan tetapi hal tidak membuat storyline dalam Resident Evil 5 ini tidak menarik. Ditambahkan dengan beberapa intrik dan kejutan-kejutan yang muncul di akhir cerita membuat storyline dalam Resident Evil 5 ini menarik.

Gameplay:

Gameplay dalam Resident Evil 5 ini dapat dikatakan merupakan penyempurnaan dari RE 4. Sudut pandang kamera dalam game ini mengambil sudut di belakang bahu, sama seperti dalam RE 4, yang berarti memperkuat unsur mengejutkan apabila ada musuh yang tiba-tiba ada di belakang kita. Salah satu hal yang menarik dalam Resident Evil 5 ini adalah keberadaan Sheva yang membantu kita. Saat bertarung kita dapat memerintahkan Sheva untuk membantu menyerang musuh maupun bertahan, kita juga dapat memberi maupun meminta item kepada Sheva.



AI dalam game ini juga cukup baik. Sheva dapat menyerang musuh yang sedang mengancam kita sekaligus dapat mengambil item-item yang tersembunyi. Apabila sedang kehabisan peluru dan kita sedang berada jauh darinya, Sheva pun dapat menyerang musuh dengan menggunakan pisau.



Yang membedakan Resident Evil 5 dengan pendahulunya antara lain adalah saat kita akan mengganti senjata maupun menggunakan item. Musuh tetap dapat menyerang kita, karena itu menggunakan keyboard dapat menjadi keuntungan tersendiri, karena dengan menggunakan keyboard kita dapat mengganti senjata maupun menggunakan item tanpa masuk ke dalam menu. Selain itu, sistem save dalam Resident Evil 5 ini menggunakan sistem auto save, yang akan langsung mensave permainan kita begitu kita mencapai checkpoint.



Musuh-musuh yang terdapat dalam Resident Evil 5 ini juga semakin pandai, sama seperti dalam RE 4, mereka juga dapat memanjat, memecahkan kaca maupun mendobrak pintu. Selain itu dalam Resident Evil 5 ini juga diperkenalkan musuh baru yang disebut dengan “Majini”.



Sama seperti pendahulunya, senjata-senjata yang dapat digunakan dalam game ini cukup banyak, mulai dari Handgun, Shotgun, Sniper hingga RPG. Semua senjata – senjata tersebut juga dapat di upgrade dengan menggunakan sistem upgrade yang ditawarkan setiap kali kita akan meload permainan kita.



Semua hal yang membuat gameplay dalam RE 4 ditampilkan lagi di dalam Resident Evil 5, bahkan disempurnakan lebih jauh oleh Capcom, membuat gameplay dalam Resident Evil 5 ini semakin menarik dibandingkan seri sebelumnya. Selain itu, apabila telah menamatkan game ini, kita dapat mencoba mini games yang disediakan, antara lain Mercenaries Mode dan No Mercy mode.

Grafis:

Grafis dalam Resident Evil 5 ini benar-benar dapat dikatakan sangat indah. Detail karakter maupun lingkungan sekeliling tampak sangat indah. Efek – efek ledakan serta tembakan dalam Resident Evil 5 ini terlihat cukup realistis. Daun-daun tampak cukup indah saat bergoyang . apabila kita menembak Sheva ataupun saat Sheva tidak sengaja menembak kita, darah yang keluar dari tubuh karakter pun menambah keindahan dari Resident Evil 5.



Walaupun dikatakan dioptimasikan dengan Core I7, Dengan tes menggunakan Quad Core @2.88 dan single GTX 275, Resident Evil 5 ini berjalan cukup lancar dengan settingan highest, walaupun terkadang frame rate turun sekitar 15-20 FPS pada area-area tertentu.



Wajah para karakter dalam Resident Evil 5 ini digambarkan dengan cukup indah, baik dalam in-game maupun di dalam cutscene. Karakter para zombie yang beraneka ragam pun terlihat cukup bagus dan mengerikan.



Menurut Info yang didapat, Resident Evil 5 ini akan mendukung teknologi 3D Vision dari Nvidia. Jadi, jika gamer memiliki kacamata 3D maka dapat dicoba dalam Resident Evil 5 ini, siapa tau barangkali bakal ada zombie yang benar-benar keluar dari TV anda…

Audio:

Sama seperti di seri – seri sebelumnya, audio dalam Resident Evil 5 ini cukup mengagumkan. Voice aktor dalam cutscene maupun dalam in-game terdengar pas. Begitu juga dengan musik-musik yang ada dalam Resident Evil 5. Sama seperti seri-seri sebelumnya, saat kita memasuki area yang sedang ditempati musuh, terkadang kita akan diiringi oleh musik yang menyeramkan untuk menambah ketengangan kita.

Dalam Resident Evil 5 ini, musiknya digarap oleh Kota Suzuki, yang merupakan composer dalam game Onimusha 3 dan juga Devil May Cry 4.

Penutup:

Barangkali tidak ada hal yang benar-benar baru dibandingkan dengan Resident Evil 5 versi console, tapi jelas bahwa porting yang dilakukan oleh Capcom ini sangat baik, dan membuktikan bahwa Resident Evil 5 versi PC ini tidak kalah, jika tidak dapat dikatakan lebih baik, dibandingkan versi consolenya.



Resident Evil 5 ini dapat ditamatkan dalam waktu sekitar 15 jam. Akan tetapi, setelah menamatkannya, kita masih dapat mengulangi dengan tingkat difficulty yang lebih sulit dengan semua item yang sudah kita dapatkan. Selain itu masih ada mini games yang seru untuk kita mainkan.
Resident Evil 5 ini pantas dikoleksi, baik bagi para penggemar RE series, maupun penggemar Action Horror.

Minimum System Requirements:
-OS: Windows XP SP/Vista with latest Service Pack
-Processor: Intel(R) Pentium(R) D processor or higher or AMD Athlon(TM) 64 X2 or higher
-Memory: 512MB for XP and 1GB for Vista
-Hard Drive: 8 GB Free
-Video Memory: DirectX(R)9.0c/Shader3.0 compatible with at least 256MB of video RAM
*NVIDIA(R) GeForce(R) 6800 series or higher
*ATI Radeon(TM) HD 2400 Pro or higher
-Sound Card: DirectX Compatible
-DirectX: 9.0c
- DVD-ROM Drive: DVD9 compatible Drive
- Monitor: 800x600 (SVGA) or higher
-Input Devices: Mouse & Keyboard or Xbox 360(R) Controller for Windows(R)
-Internet: Broadband Internet connection is required for online play.

Recommended System Requirements:
-OS: Windows XP SP/Vista with latest Service Pack
-Processor: Intel(R) Core(TM)2 Quad processor or higher or AMD Phenom(TM) X4 or higher
-Memory: 1GB for XP and 2GB for Vista
-Hard Drive: 8 GB Free
-Video Memory: DirectX(R)9.0c/Shader3.0 compatible with at least 512MB of video RAM
*NVIDIA(R) GeForce(R) 9800 series or higher
*ATI Radeon(TM) HD 4800 Pro or higher
-Sound Card: DirectX Compatible
-DirectX: 9.0c
- DVD-ROM Drive: DVD9 compatible Drive - Monitor: 1280×720 or higher
-Input Devices: Mouse & Keyboard or Xbox 360(R) Controller for Windows(R)
-Internet: Broadband Internet connection is required for online play.

Score:

-Storyline : 8.5 ( Walaupun tidak terlalu berbeda dengan pendahulunya, Storyline dalam RE 5 tetap menarik dan juga dikisahkan dengan sangat baik )

-Gameplay : 9 ( Tetap seru dan menegangkan, ditambah dengan adanya berbagai bonus dan mini missions )

-Grafis : 9 ( Detail karakter dan lingkungan sangat indah, ditunjang dengan support Nvidia 3D Vision )

-Sound : 9.5 ( Voice Actor terdengar pas, musik juga menunjang ketegangan dalam game ini )

-Replay Value: 9 ( adanya New Game+, serta mini mission membuat RE 5 layak dimainkan berkali-kali )


source: Gamexeon

[Review] The Godfather II



Merupakan sekuel dari game The Godfather I.
The Godfather II mengambil setting di Havana, New York City, dan Miami pada akhir tahun 50-an. Kita memerankan seorang karakter yang bernama Dominic.
Game ini rencananya akan dirilis ke pasaran pada awal 2009.
The Godfather II merupakan game multiplatform. Ia akan hadir di PlayStation 3, Xbox 360 dan PC.

Story
Semuanya bermula di Havana, Kuba pada tanggal 1 Januari 1959. Di malam tahun baru tersebut, 26th of July Movement yang dipimpin oleh Fidel Castro berhasil menggulingkan rezim pemerintahan Fulgencio Batista yang korup dan tiran. Don Aldo Trapani yang menjadi kepala keluarga faksi Trapani (sebuah faksi baru yang masih bernaung dibawah kendali keluarga Corleone), terbunuh pada malam tahun baru berdarah itu.
Akhirnya Don Michael Corleone mengutus salah satu tangan kanan Aldo Trapani yang bernama Dominic untuk menjadi penggantinya. Dominic mempunyai tugas untuk menstabilkan dan me-reorganisir klan Trapani dibasisnya sendiri, yaitu di distrik Queens, New York City.

Setelah mapan dan kembali memperoleh kekuatan yang cukup, pemimpin baru klan Trapani, Dominic, akhirnya memperluas kekuasaannya ke daerah selatan jauh, seperti Florida dan Kuba, lewat tawaran kerjasama seorang teman lama Don Vito Corleone yang bernama Hyman Roth. Seorang pengusaha Yahudi yang sukses karena berbisnis dengan para Mafia.

Masalah justru datang dari pihak keluarga patron mereka, klan Corleone.
Don Michael Corleone tidak setuju dengan hal tersebut. Baginya, daerah selatan adalah calon wilayah kekuasaan klan Corleone, bukan klan Trapani.
Kini keputusan ada ditangan Dominic. Pilihannya hanya ada dua. Do you accept Roth offer or do you remain loyal to the Corleones?
No matter what decisions you make, you must build up your arsenal, command your crew, and establish and maintain power. Or you'll face the consequences.

Gameplay
Game ini memiliki sudut pandang third person. Fitur Black Hand 2.0 yang merupakan peningkatan dari fitur Black Hand sebelumnya memungkinkan player untuk grab, kick, and head-butt foes.
Dalam The Godfather II ini, EA Redwood Shores (EARS) selaku pihak pengembang, telah memasukkan fitur baru yang dinamakan The Don's View. Fitur ini nantinya sangat berguna untuk menjalankan dan mengontrol kekuasaan kerajaan bisnis kita. Ya, business mode dalam game ini telah digarap dengan cukup serius oleh EARS. Tampaknya hal tersebut merupakan pelampiasan mereka terhadap fitur business mode yang cukup hambar pada The Godfather I. Bahkan kita bisa melakukan tindakan monopoly terhadap suatu market, layaknya berbisnis didunia hitam didunia nyata. EARS juga mengkonfirmasi bahwa fitur strategi dalam business mode ini akan mengambil 20% porsi gameplay secara keseluruhan. Berbagai jenis bisnis ilegal mulai dari racketeering, loan sharking, contract killing, drug trafficking, ****ography, dan gambling semuanya bisa kita lakukan.

Inti dari permainan The Godfather II ini adalah Business.
Remember boys, it's only business!


Beberapa artworks cantik dari EA Redwood Shores.
Enjoy!





source: Gamexeon